Nightcore vs sped up vs daycore vs slowed + reverb

Nightcore, sped up, daycore, slowed + reverb, vaporwave, chopped & screwed — kecepatan, nada, sejarah, dan cara membuat masing-masing.

Diperbarui 15 Oktober 2026 ·

Semua gaya remix ini berawal dari langkah yang sama — mengubah kecepatan lagu — tapi berakhir di suasana yang benar-benar berbeda. Begini cara membedakannya dan cara membuat masing-masing.

Versi singkatnya

Gaya Kecepatan Nada Reverb Suasana
Nightcore 120⁠–⁠135% Lebih tinggi Tipis Heboh, ceria, anime
Sped up 110⁠–⁠125% Lebih tinggi Tidak ada atau tipis Bersemangat, TikTok
Slowed + reverb 80⁠–⁠90% Lebih rendah Tebal Melamun, nostalgik
Ultra slowed 70⁠–⁠78% Jauh lebih rendah Sangat tebal Jam 3 pagi, berat
Daycore 75⁠–⁠85% Lebih rendah Tipis Murung, dalam
Vaporwave 70⁠–⁠85% Lebih rendah Sedang + echo Retro, ironis, musik mal
Chopped & screwed 60⁠–⁠75% Lebih rendah Sedikit Hip-hop Houston, kental kayak sirup

Di semua gaya ini nada ikut kecepatan karena memakai perubahan kecepatan ala pita kaset — seperti memutar piringan hitam terlalu cepat atau terlalu pelan. Kalau kamu ingin tempo berbeda tapi kunci tetap sama, pakai mode yang mempertahankan nada.

Nightcore

Nightcore mengambil sebuah lagu — biasanya eurodance atau pop — lalu mempercepatnya sampai vokalnya naik nada. Namanya diambil dari duo asal Norwegia yang merilis cover trance yang dipercepat dengan nama itu di awal 2000-an, dan gaya ini besar di YouTube bersama ilustrasi anime.

Cara membuatnya: kecepatan 125% di mode pita, reverb Room kecil yang terang, bass +2 dB. Buka pembuat nightcore.

Sped up

“Sped up” adalah sepupu nightcore yang lebih kalem dan sempat menguasai TikTok: lagu dipercepat 10⁠–⁠25%, biasanya tetap dengan mix dan vibe aslinya — hanya terasa lebih mendesak. Sekarang label rekaman bahkan merilis versi sped up resmi di samping versi aslinya.

Cara membuatnya: 115⁠–⁠120% di mode pita, hampir tanpa tambahan reverb. Buka pembuat lagu sped up.

Slowed + reverb

Gaya yang lahir di YouTube sekitar 2017: lagu diperlambat ke 80⁠–⁠90% sehingga nadanya turun, lalu dibasuh reverb yang luas. Hasilnya seperti mendengar lagu lewat sebuah kenangan.

Cara membuatnya: kecepatan 85%, reverb Hall sekitar 38% dengan decay 4⁠–⁠5 detik. Cara membuat slowed + reverb.

Daycore

Daycore adalah kebalikan nightcore: diperlambat sampai nadanya turun, tapi tanpa balutan reverb yang tebal. Rasanya lebih dalam dan murung daripada melamun.

Cara membuatnya: kecepatan 80% di mode pita, reverb Plate tipis. Buka pembuat daycore (dalam bahasa Inggris).

Vaporwave

Vaporwave muncul di awal 2010-an dari musik era 80-an dan 90-an yang diperlambat, di-loop, dan diberi reverb — smooth jazz, city pop, musik latar mal — dengan estetika nostalgik yang agak ironis: neon, marmer, dan VHS.

Cara membuatnya: kecepatan 78%, reverb Plate, sedikit echo dan goyangan pita — lalu render adegan video Sunset Grid. Buka generator vaporwave (dalam bahasa Inggris).

Chopped & screwed

Gaya slowed yang paling awal, diciptakan DJ Screw di Houston pada awal 1990-an: hip-hop yang diperlambat jauh, dengan piringan yang “di-chop” — di-scratch dan diulang — langsung di turntable. Gaya ini puluhan tahun lebih tua dari slowed + reverb dan jelas jadi leluhurnya, tapi lebih mengandalkan teknik chop daripada reverb.

Mana yang sebaiknya kamu pakai?

  • Mau energi untuk edit dengan potongan cepat? Sped up.
  • Mau yang ceria dan imut? Nightcore.
  • Mau yang melamun dan sedih? Slowed + reverb.
  • Mau yang gelap dan berat? Ultra slowed atau daycore.
  • Mau yang retro dan aneh? Vaporwave.

Semuanya tersedia sebagai preset di studio, dan kamu bisa menahan tombol A kapan saja untuk membandingkan dengan lagu aslinya.